NAMA :
SYAHRIL
NIM :
H41112261
“Mitos Manusia Kembar Buaya dan
hubungannya dengan Genetika”
Sebuah
mitos dari kabupaten mamasa mengebai manusia kembar buaya dimana salah seorang
dari desa lambanan yang merupakan kampung saya sendiri, memiliki saudara kembar
buaya.
kisah ini hanya sekadar suatu mitos atau sebaliknya. Tetapi cerita mengenai
manusia kembar dengan buaya ini telah menjadi buah mulut secara luas di
kalangan penduduk kampung sekitar.
Dari
yang saya dengar mengenai mitos tentang manusia kembar buaya ini sebenarnya
saya sendiri belum merasa percaya akan adanya hal tersebut. Bagaimana mungkin
seorang manusia yang berjenis kelamin perempuan mampu ataupun tidak sengaja
melahirkan bayi kembar manusia dan buaya. Ketika berfikir secara logika tentunya
tidak mungkin, gen yang dibawa oleh manusia dan buaya saja sudah berbeda.
Namun sekitar
tahun 2000an mitos tersebut semakin kuat dengan ditemukannya di sungai yang
dikatakan tempat tinggal dari buaya tersebut banjir, salah seorang dari kampung
yang saya lupa namanya, yang pergi memindahkan binatang peliharaannya dari
dekat sungai yang meluap melihat seekor buaya yang kemudian dia tangkap.
Setelah buaya tersebut tertangkap ia sempat berfikir untuk membunuhnya tetapi
keluarga dari orang yang katanya memiliki anak kembar buaya ada disana.
Kemudian mereka berbicara kepada buaya tersebut “jika kamu manusia, angkat
tangan kananmu” serentak buaya ini mengangkat tangannya. Buaya tersebut
kemudian dilepaskan kembali ke sungai tempat semula. Dari mitos yang saya
dengar jika kembarannya yang manusia
sakit di rumah, kembarannya yang buaya terganggu sehingga ibunya akan pergi
menjenguknya ke sungai tempat buaya itu berada dan memberinya makan berupa
telur ayam kampung mentah.
Secara genetika,
kromosom dapat dibagi menjadi dua jenis - autosom, dan kromosom seks. Sifat
genetik tertentu yang terkait dengan seks, dan diwariskan melalui kromosom
seks. Autosom berisi sisa informasi turun-temurun genetik. Semua bertindak
dengan cara yang sama selama pembelahan sel.
Sel manusia memiliki 23 pasang kromosom besar nuklir linier,
(22 pasang autosom dan satu pasang kromosom seks) memberikan total 46 sel per.
Selain ini, sel-sel manusia memiliki ratusan salinan dari genom mitokondria.
Sedangkan pada buaya menurut dari jurnal IPTEK yang saya baca “Secara genetis,
telur buaya tidak mengandung kromosom kelamin. Telur buaya menetas menjadi anak
buaya jantan atau betina, amat tergantung dari suhu sarang tempatnya menetas.
Suhu sarang yang dingin atau ekstra hangat, akan menghasilkan anakan buaya
berkelamin betina. Jika suhunya moderat, yang menetas adalah anak buaya jantan.
Bila suhu bervariasi, maka bisa menetas buaya jantan dan betina pada satu
sarang. Dalam penelitian terhadap seluruh jenis buaya yang ada di muka Bumi,
terlihat pola penetasan yang serupa. Para ahli biologi menarik kesimpulan,
bahwa pola penetasan semacam itu merupakan hasil adaptasi selama jutaan tahun”.
Menurut masyakakat ini merupakan fakta nyata namun jika
dilihat secara genetika tidak mungkin secara ilmiah seorang wanita melahirkan
bayi buaya. Semua yang terjadi bertentangan dengan genetika.
Sekian mungkin kutipan yang bisa saya tuliskan pada
artikel ini, ada baiknya kita tidak langsung mempercayai adanya hal-hal yang
aneh yang dianggap mitos dimasyarakat sekitar. Semua hanya kembali pada Allah
SWT karena hanya dialah yang maha menciptakan.



0 komentar:
Posting Komentar