Pages

Selasa, 21 Mei 2013

“Mitos Manusia Kembar Buaya dan hubungannya dengan Genetika”


NAMA           : SYAHRIL
NIM                : H41112261


“Mitos Manusia Kembar Buaya dan hubungannya dengan Genetika”


Sebuah mitos dari kabupaten mamasa mengebai manusia kembar buaya dimana salah seorang dari desa lambanan yang merupakan kampung saya sendiri, memiliki saudara kembar buaya. kisah ini hanya sekadar suatu mitos atau sebaliknya. Tetapi cerita mengenai manusia kembar dengan buaya ini telah menjadi buah mulut secara luas di kalangan penduduk kampung sekitar.
Dari yang saya dengar mengenai mitos tentang manusia kembar buaya ini sebenarnya saya sendiri belum merasa percaya akan adanya hal tersebut. Bagaimana mungkin seorang manusia yang berjenis kelamin perempuan mampu ataupun tidak sengaja melahirkan bayi kembar manusia dan buaya. Ketika berfikir secara logika tentunya tidak mungkin, gen yang dibawa oleh manusia dan buaya saja sudah berbeda.
Namun sekitar tahun 2000an mitos tersebut semakin kuat dengan ditemukannya di sungai yang dikatakan tempat tinggal dari buaya tersebut banjir, salah seorang dari kampung yang saya lupa namanya, yang pergi memindahkan binatang peliharaannya dari dekat sungai yang meluap melihat seekor buaya yang kemudian dia tangkap. Setelah buaya tersebut tertangkap ia sempat berfikir untuk membunuhnya tetapi keluarga dari orang yang katanya memiliki anak kembar buaya ada disana. Kemudian mereka berbicara kepada buaya tersebut “jika kamu manusia, angkat tangan kananmu” serentak buaya ini mengangkat tangannya. Buaya tersebut kemudian dilepaskan kembali ke sungai tempat semula. Dari mitos yang saya dengar jika kembarannya  yang manusia sakit di rumah, kembarannya yang buaya terganggu sehingga ibunya akan pergi menjenguknya ke sungai tempat buaya itu berada dan memberinya makan berupa telur ayam kampung mentah.
Secara genetika, kromosom dapat dibagi menjadi dua jenis - autosom, dan kromosom seks. Sifat genetik tertentu yang terkait dengan seks, dan diwariskan melalui kromosom seks. Autosom berisi sisa informasi turun-temurun genetik. Semua bertindak dengan cara yang sama selama pembelahan sel.
Sel manusia memiliki 23 pasang kromosom besar nuklir linier, (22 pasang autosom dan satu pasang kromosom seks) memberikan total 46 sel per. Selain ini, sel-sel manusia memiliki ratusan salinan dari genom mitokondria. Sedangkan pada buaya menurut dari jurnal IPTEK yang saya baca “Secara genetis, telur buaya tidak mengandung kromosom kelamin. Telur buaya menetas menjadi anak buaya jantan atau betina, amat tergantung dari suhu sarang tempatnya menetas. Suhu sarang yang dingin atau ekstra hangat, akan menghasilkan anakan buaya berkelamin betina. Jika suhunya moderat, yang menetas adalah anak buaya jantan. Bila suhu bervariasi, maka bisa menetas buaya jantan dan betina pada satu sarang. Dalam penelitian terhadap seluruh jenis buaya yang ada di muka Bumi, terlihat pola penetasan yang serupa. Para ahli biologi menarik kesimpulan, bahwa pola penetasan semacam itu merupakan hasil adaptasi selama jutaan tahun”.
Menurut masyakakat ini merupakan fakta nyata namun jika dilihat secara genetika tidak mungkin secara ilmiah seorang wanita melahirkan bayi buaya. Semua yang terjadi bertentangan dengan genetika.
Sekian mungkin kutipan  yang bisa saya tuliskan pada artikel ini, ada baiknya kita tidak langsung mempercayai adanya hal-hal yang aneh yang dianggap mitos dimasyarakat sekitar. Semua hanya kembali pada Allah SWT karena hanya dialah yang maha menciptakan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us.